RBC Tugu Mandiri mencapai 184%

Saat ini, istilah “RBC” ( Risk Based Capital)  menjadi indikator penting, khususnya berkaitan dengan pengukuran keamanan finansial atau kesehatan perusahaan-perusahaan asuransi jiwa.

Berdasarkan Regulasi pemerintah RI, bahwa RBC mengukur tingkat kesehatan sebuah perusahaan asuransi dalam menanggung kesanggupan bayar claim nasabah, ketentuan RBC diluncurkan  oleh Pemerintah pada tahun 1999. (melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 481/KMK/017/1999 tentang kesehatan perusahaan asuransi dan reasuransi tertanggal 7 oktober 1999.) Sama halnya dengan CAR (Capital Adequacy Ratio) pada perbankan.

Informasi apa yang didapat dengan RBC ini ?

Secara umum, rasio kesehatan RBC adalah suatu ukuran yang menginformasikan tingkat keamanan finansial atau kesehatan suatu perusahaan asuransi. Semakin besar rasio kesehatan RBC sebuah perusahaan asuransi, semakin sehat kondisi finansial perusahaan tersebut.

Apa sebenarnya rasio kesehatan RBC?

Rasio kesehatan RBC suatu perusahaan asuransi pada dasarnya adalah rasio dari nilai kekayaan bersih atau “net worth” perusahaan bersangkutan, yang dihitung berdasarkan peraturan akuntasi standar, dibagi dengan nilai kekayaan bersih, yang dihitung kembali dengan mengikutsertakan resiko-resiko pemburukan yang mungkin terjadi.

Pengikutsertaan resiko-resiko pemburukan yang mungkin tersebut merefleksikan adanya ketidakpastian yang dihadapi oleh perusahaan dalam aktivitas sehari-harinya, misalkan saja kemungkinan jatuhnya nilai aset secara jangka pendek akibat investasi pada instrumen yang lebih beresiko, demikian pula kemungkinan naiknya tingkat hutang akibat perkembangan yang tidak menguntungkan di masa depan dalam hal tingkat suku bunga, tingkat kematian, tingkat putus kontrak, dan lain sebagainya.

Nilai kekayaan bersih yang ke dua, sebagai penyebut dari rasio tersebut, sebenarnya merupakan besaran yang semula disebut sebagai Risk Based Capital, karena berupakan besaran nilai kekayaan bersih, atau Capital, yang dihitung secara Risk Based.

Ketentuan kesehatan RBC di Indonesia

Perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia harus melaporkan rasio kesehatan RBC mereka ke Pemerintah secara kwartalan, dan ketentuan minimum yang ada sekarang bagi rasio tersebut adalah 120%, sebuah penyesuaikan yang terus meningkat sejalan dengan semakin baiknya kondisi perusahaan Asuransi di Indonesia, dibanding sejak ketentuan minimum rasio tersebut dikenalkan sebesar 15% pada tahun 1999.

Atau dengan kata lain RBC adalah seberapa besar tingkat resiko sebuah perusahaan Asuransi, apabila terjadi seluruh nasabahnya melakukan claim.

Tidur nyenyak dengan rasio kesehatan RBC Tugu Mandiri yang solid

Asuransi jiwa Tugu Mandiri selain dimiliki oleh 3 perusahaan BUMN besar dan diperkuat lagi oleh kepemilikan dari Kementerian Keuangan.
Secara faktual data kesehatan perusahaan cukup jauh melampaui ketentuan minimum Pemerintah sebesar 120% yaitu 184% per akhir 2016 atau naik 40% dari tahun lalu.

Dan perusahaan memiliki komitmen untuk meningkatkan lebih jauh lagi tingkat kesehatannya dengan meningkatkan selisih antara rasio kesehatan RBC perusahaan dengan ketentuan minimum Pemerintah – bagi kepentingan keamanan nasabah.

Sumber: Tugumandiri.com